SEJARAH SINGKAT KONVENSI JENEWA
Pertempuran
Solferino
Henry Dunant, seorang pengusaha dari Jenewa, Swiss,
menyaksikan pertempuran sengit antara Austria dan Prancis di Solferino, sebuah
kota kecil di Italia utara, dimana 40.000 tentara tewas atau terluka tanpa ada
yang memberi pertolongan. Dia berinisiatif dan menggerakan penduduk setempat
untuk menolong mereka.
1862
Kenangan
dari Solferino
Henry Dunant menerbitkan sebuah buku berjudul A Memory of
Solferino (Kenangan dari Solferino). Beliau mengusulkan agar: (1) didirikan
organisasi relawan bantuan kemanusiaan untuk merawat korban luka pada waktu
terjadi perang, dan (2) para relawan tersebut diberi perlindungan melalui
perjanjian internasional.
1863
Berdirinya
ICRC
Henry Dunant bersama 5 orang Jenewa lainnya mendirikan
Komite Lima, lalu diubah menjadi Komite Internasional Pertolongan Korban Luka
yang kemudian menjadi International Committee of the Red Cross (Komite
Internasional Palang Merah) 13 tahun kemudian. Komite mengadakan Konferensi
Internasional yang mengadopsi lambang palang merah di atas dasar putih.
Perhimpunan Nasional pertama berdiri di Jerman.
1864
Konvensi
Jenewa I
Pemerintah Swiss mengadakan konferensi diplomatik resmi yang
dihadiri 16 negara. Duabelas dari 16 negara peserta konferensi menandatangani
Konvensi Jenewa pertama yang berisi 10 pasal.
Perang
Dunia I
Segera setelah pecahnya Perang Dunia I, ICRC mendirikan
Badan Tawanan Perang Internasional (International Prisoners-of-War [POW]
Agency). Tahun 1917, ICRC mendapat Hadiah Nobel Perdamaian sebagai apresiasi
atas kerjanya selama PD I, satu-satunya Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan
pada periode 1914-1918. Sebelumnya, Henry Dunant juga mendapat Hadiah Nobel
Perdamaian pertama di tahun 1901.
1939 – 1945
Perang
Dunia II
ICRC mengorganisir kegiatan seperti pada PD I, antara lain
mengunjungi dan memantau kamp-kamp POW, mengatur bantuan kemanusiaan bagi
penduduk sipil, dan mengatur pertukaran Berita Palang Merah (RCM). ICRC kembali
mendapat Hadiah Nobel Perdamaian di tahun 1944.
Pasca
Perang Dunia II
ICRC terus bekerja di berbagai belahan dunia seperti Timur
Tengah, Amerika Selatan, Afrika dan juga Asia.
sumber : http://icrcjakarta.info/sejarah/



No comments:
Post a Comment